{"id":2388,"date":"2022-12-24T06:34:32","date_gmt":"2022-12-24T06:34:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.konsultanpajakpadyangan.com\/?p=2388"},"modified":"2022-12-24T06:34:32","modified_gmt":"2022-12-24T06:34:32","slug":"pajak-pertambahan-nilai-ppn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.konsultanpajakpadyangan.com\/index.php\/2022\/12\/24\/pajak-pertambahan-nilai-ppn\/","title":{"rendered":"Pajak Pertambahan Nilai (PPN)"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Karakteristik Pemungutan PPN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pajak Objektif<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>pemungutan PPN didasarkan pada objek pajak tanpa memperhatikan keadaan diri Wajib Pajak (WP) sebagai subjek pajak<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pajak Tidak Langsung<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>secara ekonomis beban PPN dapat dialihkan kepada pihak lain, tetapi kewajiban memungut, menyetor, melapor melekat pada pihak yang menyerahkan barang\/jasa<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Multi\u00a0<em>Stage Tax<\/em><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>dilakukan secara berjenjang dari pabrikan sampai konsumen akhir<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Dipungut Menggunakan Faktur Pajak<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>sehingga Pengusaha Kena Pajak (PKP) sebagai pemungut pajak harus menerbitkan faktur pajak sebagai bukti pemungutan PPN<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Bersifat Netral<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>dikenakan baik atas konsumsi barang maupun jasa, dan dipungut menggunakan prinsip tempat tujuan, yaitu bahwa PPN dipungut di tempat barang atau jasa dikonsumsi<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Non-duplikasi<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>karena terdapat mekanisme pengkreditan pajak masukan<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>PPN terhadap konsumsi dalam negeri dikenakan sebesar 10%, sedangkan untuk ekspor dikenakan tarif 0%<br><\/strong>(untuk ekspor secara riil tidak ada PPN yang dibayarkan namun tetap harus dilaporkan)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Objek PPN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan\/atau Jasa Kena Pajak (JKP) di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh pengusaha<\/p>\n\n\n\n<p>2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Impor BKP dan\/atau pemanfaatan JKP\/BKP Tak Berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean<\/p>\n\n\n\n<p>3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Ekspor BKP dan\/atau JKP<\/p>\n\n\n\n<p>4.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Kegiatan membangun sendiri yang dilakukan tidak dalam kegiatan usaha atau pekerjaan oleh orang pribadi atau badan<\/p>\n\n\n\n<p>5.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Penyerahan aktiva oleh PKP yang menurut tujuan semula aktiva tersebut tidak untuk diperjualbelikan, sepanjang PPN yang dibayar pada saat perolehannya dapat dikreditkan<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Barang Kena Pajak (BKP)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>\u2022\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Barang Kena Pajak (BKP) merupakan barang berwujud yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak, dan barang tidak berwujud, yang dikenakan pajak berdasarkan UU PPN.<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pengaturan cakupan BKP dalam UU PPN bersifat \u201c<em>negative list<\/em>\u201d, dalam artian bahwa pada prinsipnya seluruh barang merupakan BKP, kecuali ditetapkan sebagai barang yang tidak dikenai PPN.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Barang yang Tidak Dikenai PPN (Non-BKP)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Barang hasil pertambangan, penggalian, pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya:<\/li>\n\n\n\n<li>Barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak:<br>a. beras, gabah, jagung, sagu, kedelai<br>b. garam, baik yang beryodium maupun yang tidak beryodium<br>c. daging, yaitu daging segar yang tanpa diolah, tetapi telah melalui proses disembelih, dikuliti, dipotong, didinginkan, dibekukan, dikemas atau tidak dikemas, digarami, dikapur, diasamkan, diawetkan dengan cara lain, dan\/atau direbus<br>d. telur, yaitu telur yang tidak diolah, termasuk telur yang dibersihkan, diasinkan, atau dikemas<br>e. susu, yaitu susu perah baik yang telah melalui proses didinginkan maupun dipanaskan, tidak mengandung tambahan gula atau bahan lainnya, dan\/atau dikemas atau tidak dikemas<br>f. buah-buahan, yaitu buah-buahan segar yang dipetik, baik yang telah melalui proses dicuci, disortasi, dikupas, dipotong, diiris, di-grading, dan\/atau dikemas atau tidak dikemas; dan<br>g. sayur-sayuran, yaitu sayuran segar yang dipetik, dicuci, ditiriskan, dan\/atau disimpan pada suhu rendah, termasuk sayuran segar yang dicacah<\/li>\n\n\n\n<li>Makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya, tidak termasuk yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau catering<\/li>\n\n\n\n<li>Uang, emas batangan, dan surat berharga (misalnya saham, obligasi)<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"1\">\n<li>minyak mentah (crude oil)<\/li>\n\n\n\n<li>gas bumi, tidak termasuk gas bumi seperti elpiji yang siap dikonsumsi langsung oleh masyarakat<\/li>\n\n\n\n<li>panas bumi<\/li>\n\n\n\n<li>asbes, batu tulis, batu setengah permata, batu kapur, batu apung, batu permata, bentonit, dolomit, felspar (feldspar), garam batu (halite), grafit, granit\/andesit, gips, kalsit, kaolin, leusit, magnesit, mika, marmer, nitrat, opsidien, oker, pasir dan kerikil, pasir kuarsa, perlit, fosfat (phospat), talk, tanah serap (fullers earth), tanah diatome, tanah liat, tawas (alum), tras, yarosif, zeolit, basal, dan trakkit; dan<\/li>\n\n\n\n<li>bijih besi, bijih timah, bijih emas, bijih tembaga, bijih nikel, bijih perak, serta bijih bauksit.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Jasa Kena Pajak (JKP)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jasa Kena Pajak (JKP) merupakan setiap kegiatan pelayanan berdasarkan surat perikatan atau perbuatan hukum yang menyebabkan suatu barang, fasilitas, kemudahan, atau hak tersedia untuk dipakai, termasuk jasa yang dilakukan untuk menghasilkan barang pesanan atau permintaan dengan bahan dan\/atau petunjuk dari pemesan, yang dikenakan pajak berdasarkan UU PPN.<\/li>\n\n\n\n<li>Seperti halnya cakupan BKP, pengaturan cakupan JKP dalam UU PPN juga bersifat \u201c<em>negative list<\/em>\u201d, dalam artian bahwa pada prinsipnya seluruh jasa merupakan JKP, kecuali ditetapkan sebagai jasa yang tidak dikenai PPN.\u00a0<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Jasa yang Tidak Dikenai PPN (Non JKP)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jasa pelayanan kesehatan medis<\/p>\n\n\n\n<p>2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jasa pelayanan sosial<\/p>\n\n\n\n<p>3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jasa pengiriman surat dengan perangko<\/p>\n\n\n\n<p>4.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jasa keuangan<\/p>\n\n\n\n<p>5.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jasa asuransi<\/p>\n\n\n\n<p>6.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jasa keagamaan<\/p>\n\n\n\n<p>7.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jasa Pendidikan<\/p>\n\n\n\n<p>8.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jasa kesenian dan hiburan<\/p>\n\n\n\n<p>9.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan<\/p>\n\n\n\n<p>10.\u00a0\u00a0 Jasa angkutan umum di darat dan di air serta jasa angkutan udara dalam negeri yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar negeri<\/p>\n\n\n\n<p>11.\u00a0\u00a0 Jasa tenaga kerja<\/p>\n\n\n\n<p>a.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jasa perhotelan<\/p>\n\n\n\n<p>b.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum<\/p>\n\n\n\n<p>c.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jasa penyediaan tempat parker<\/p>\n\n\n\n<p>d.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0Jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam<\/p>\n\n\n\n<p>e.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jasa pengiriman uang dengan wesel pos<\/p>\n\n\n\n<p>f.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jasa boga atau katering<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Subjek PPN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pengusaha Kena Pajak (PKP), baik orang pribadi maupun badan, yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan\/atau Jasa Kena Pajak (JKP), yang dikenakan pajak berdasarkan UU PPN.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tarif PPN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tarif PPN adalah sebesar 10%<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pemerintah diberikan kewenangan untuk mengubah tarif PPN menjadi paling rendah 5% dan paling tinggi 15% melalui penerbitan Peraturan Pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Mengingat PPN adalah pajak yang dikenakan atas konsumsi BKP di dalam Daerah Pabean, maka ekspor BKP dan ekspor JKP tertentu dikenai PPN dengan tarif 0%.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dasar Pengenaan PPN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>PPN terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif PPN dengan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) yang meliputi:<\/p>\n\n\n\n<p>1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<strong>Harga Jual<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh penjual karena penyerahan BKP, tidak termasuk PPN dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Penggantian<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh pengusaha karena penyerahan JKP, ekspor JKP, atau ekspor BKP Tidak Berwujud, tidak termasuk PPN dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak; atau nilai berupa uang yang dibayar atau seharusnya dibayar oleh Penerima Jasa karena impor JKP dan\/atau oleh penerima manfaat dari impor BKP Tidak Berwujud<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Nilai Impor<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>nilai berupa uang yang menjadi dasar penghitungan bea masuk ditambah pungutan kepabeanan dan cukai untuk impor BKP, tidak termasuk PPN dan PPnBM<\/p>\n\n\n\n<p><strong>4. Nilai Ekspor<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>yaitu nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh eksportir<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. Nilai lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>yang diatur dengan atau berdasarkan PMK hanya untuk menjamin rasa keadilan dalam hal:<\/p>\n\n\n\n<p>Harga Jual, Nilai Penggantian, Nilai Impor, dan Nilai Ekspor sukar ditetapkan; dan\/atau<\/p>\n\n\n\n<p>penyerahan BKP yang dibutuhkan oleh masyarakat banyak<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pengusaha Kena Pajak (PKP)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pengusaha yang melakukan penyerahan BKP dan\/atau JKP di dalam Daerah Pabean, dan\/atau melakukan ekspor BKP (baik BKP Berwujud maupun BKP Tidak Berwujud) dan\/atau JKP, wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan wajib memungut, menyetor, dan melaporkan PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang terutang.<strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pengecualian PKP<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pengecualian pengukuhan sebagai PKP diberikan bagi pengusaha kecil yang batasannya ditetapkan oleh Menteri Keuangan.<\/li>\n\n\n\n<li>Pada saat ini, batasan pengusaha kecil tersebut diatur dalam PMK 197\/PMK.03\/2013, yaitu pengusaha yang melakukan penyerahan BKP dan\/atau JKP dengan omzet tidak lebih dari Rp4,8 miliar setahun.<\/li>\n\n\n\n<li>Namun, UU PPN memberikan ruang bagi pengusaha kecil dimaksud untuk dapat dikukuhkan menjadi PKP yang diatur lebih lanjut dalam PMK 40\/PMK.03\/2010.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Pemungut PPN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dalam rangka lebih memudahkan pemungutan PPN dan\/atau PPnBM yang terutang atas penyerahan BKP dan\/atau JKP oleh rekanan, Pemerintah menunjuk pihak tertentu untuk memungut, menyetorkan dan melaporkan PPN yang terutang.<\/li>\n\n\n\n<li>Pihak tertentu tersebut meliputi bendahara pemerintah, badan, atau instansi pemerintah yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Fasilitas Pembebasan PPN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Fasilitas atau insentif perpajakan dapat didefinisikan sebagai ketentuan perpajakan yang dibuat secara khusus, yang berbeda dengan ketentuan perpajakan yang berlaku umum, bagi Wajib Pajak dengan kriteria tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Fasilitas PPN diberikan untuk mendorong pembangunan nasional dengan membantu tersedianya barang yang bersifat strategis, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Fasilitas dibebaskan dari pengenaan PPN<\/li>\n\n\n\n<li>fasilitas tidak dipungut PPN<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\">Untuk mendukung perkembangan dunia usaha dan meningkatkan daya saing dengan menjamin tersedianya barang-barang yang bersifat strategis, pemerintah memberikan fasilitas dibebaskan dari pengenaan PPN atas impor dan\/atau penyerahan Barang Kena Pajak tertentu yang bersifat strategis.<strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Masih bingung dengan PPN ? silahkan Kontak Kami <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pajak Pertambahan Nilai atau PPN adalah pemungutan pajak terhadap tiap transaksi\/perdagangan jual beli produk\/jasa dalam negeri kepada wajib pajak orang pribadi, badan usaha maupun pemerintah<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[53],"tags":[],"class_list":["post-2388","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ppn"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.konsultanpajakpadyangan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2388","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.konsultanpajakpadyangan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.konsultanpajakpadyangan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.konsultanpajakpadyangan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.konsultanpajakpadyangan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2388"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.konsultanpajakpadyangan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2388\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2389,"href":"https:\/\/www.konsultanpajakpadyangan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2388\/revisions\/2389"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.konsultanpajakpadyangan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2388"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.konsultanpajakpadyangan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2388"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.konsultanpajakpadyangan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2388"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}